Blitar Kota – Pemerintah Kota Blitar berencana membeli lemari pendingin untuk tempat penyimpanan plasma konvalesen. Rencananya Pemerintah Kota akan menggunakan anggaran di Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp. 400 juta.

Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd mengatakan, saat ini Pemerintah Kota gencar mensosialisaikan donor plasma konvalesen. Sesuai yang diinstruksikan Pemerintah Pusat, masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 dan dinyatakan sembuh agar bersedia mendonorkan plasma konvalesen, karena penting untuk penanganan Covid-19.

Namun, saat ini Pemerintah Kota melalui Palang Merah Indonesia (PMI) belum memiliki alat pendingin plasma konvalesen. Menurut Santoso, alat pendingin itu berbeda dengan yang saat ini ada di PMI Kota Blitar. Pendingin plasma konvelesen harus memiliki suhu minus 30 C. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) agar bisa segera melakukan refocusing anggaran BTT untuk pengadaan tempat pendingin tersebut.

“Alatnya kan khusus itu, harus 30 C, supaya beku dan bertahan sampai dua tahun,” kata Santoso, saat dikonfirmasi, Jumat (29/01/2021)

Santoso menambahkan, saat ini ketersediaan plasma konvalesen di Kota Blitar masih minim. PMI juga harus segera mengirim ke Kediri jika menerima pendonor plasma. Mengingat Kediri menjadi daerah terdekat yang sudah memiliki alat pendingin plasma konvalesen. (Kir)

Dukung Percepatan Penanganan Covid-19, Pemkot Blitar Segera Miliki Alat Penyimpan Plasma Konvalesen
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *