Blitar Kota-Status level Kota Blitar ini tertuang dalam Inmendagri No. 39 Tahun 2021, yang diterbitkan usai Evaluasi PPKM Jawa-Bali oleh Presiden Joko Widodo, Senin malam 06 September 2021. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Wali Kota Blitar juga mengeluarkan  Instruksi No. 21 Tahun 2021, tentang PPKM Level 3 Penanganan Pandemi Covid-19.

Santoso-Wali Kota Blitar, dikonfirmasi di Kecamatan Sukorejo, 7 September 2021 mengatakan dalam Instruksi tersebut terdapat beberapa aturan yang disesuaikan. Diantaranya dari sector pendidikan, boleh melakukan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas 50%. Pasar rakyat juga bisa melaksanakan kegiatan hingga jam 17.00 WIB, dan untuk para pedagang kaki lima bisa beroperasi hingga jam 21.00 WIB. Sedangkan untuk sector pariwisata, bisa berosperasi dengan melakukan uji coba protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Kesehatan. Salah satunya adalah wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi,  untuk melakukan screening pada staf dan pengunjung.

Santoso menyebut keberhasilan Kota Blitar ini karena turunnya kasus konfirmasi dan meninggal akibat Covid-19. Diikuti dengan turunnya keterisian BOR di Rumah Sakit dan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Namun demikian, pihaknya meminta masyarakat tidak lengah, dan tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan Covid-19.

“ Jam 12 tadi malam kita mendapatkan kabar dari Mendagri, Kota Blitar sudah turun di Level 3, maka aka nada kelonggaran pembatasan di masyarakat, termasuk pendidikan, bisa dilakukan tatap muka, meskipun tetap ada pembatasan 50 %,” ujar Santoso

Santoso menambahkan meski saat ini berada di Level 3, namun Kota Blitar tetap mengikuti perpanjangan PPKM Jawa Bali hingga 13 September 2021. Surya Mhd

Kota Blitar Berhasil Turun ke Level 3, Wali Kota Himbau Masyarakat Tidak Lengah Terapkan Prokes Covid-19.
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *