Blitar Kota – Pemerintah Kota Blitar secara resmi menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tanggal 10 Februari 2021. Meski terdapat beberapa pembatasan yang ditetapkan, namun untuk pasar tradisional tetap dibuka.

Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso, M.Pd mengatakan, sesuai dengan pengaturan PPKM mikro sector esensial-kebutuhan pokok tetap beroperasi dengan protocol kesehatan Covid-19 Covid-19 yang ketat. Menurut Santoso, kegiatan di pasar tradisional tidak bisa dihentikan karena menyangkut kebutuhan banyak orang. Namun demikian pihaknya mewanti-wanti ke pedagang dan pengunjung agar tetap dislipin menerapkan protocol kesehatan. Nantinya Satuan Tugas (Satgas) Penangan Covid-19 secara rutin akan melaksanakan Operasi Yustisi di pasar tradisional.

Sebelumnya Pemerintah Kota juga telah melakukan rapid test di Pasar Legi dan Pasar Templek, sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Dari 183 orang yang mengikuti test, 10 diantaranya reaktif dan dilanjutkan ke swab PCR. Santoso menyebut berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, ke 10 orang tersebut telah dinyatakan negative Covid-19.

“Kalau memang nanti ada yang positif di pasar akan kami lakukan sterilisasi, tapi selama semuanya disiplin ya kita buka dengan prokes yang ketat,” jelas Santoso, saat dikonfirmasi Kamis (11/02/2021)

Sementara itu, PPKM Mikro berlaku mulai tanggal 10-22 Februari 2021. Di Kota Blitar PPKM Mikro berlaku di dua RT Kelurahan Sekorejo dan Kepanjenlor. (Kir)

Pasar Tradisional Tetap Dibuka, Wali Kota Blitar Minta Pedagang dan Pengunjung Disiplin Prokes Covid-19
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *