Blitar Kota – Satuan Tugas (Satgas) Penangan Covid-19 Kota Blitar mengupayakan pemilih Pilwali yang terpapar Covid-19 tetap bisa memanfaatkan hak pilihnya. Satgas akan membekali baju hazmat level 3 bagi KPPS, yang ditugaskan mendatangi pemilih positif Covid-19.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo saat dikonfirmasi Kamis 03 Desember 2020 mengatakan, khusus petugas KPPS yang bertugas mengambil suara di Rumah Isolasi, RSUD Mardi Waluyo, Lapas Klas IIB atau rumah pasien konfirmasi Covid-19 akan dibekali APD lengkap serta baju hazmat level 3. Tujuannya sebagai antisipasi penularan Covid-19 saat KPPS menjalankan tugasnya untuk melayani pemilih terkonfirmasi Covid-19.

Secara teknis, baju hazmat level 3 baru dipakai oleh petugas KPPS saat hendak masuk ke wilayah isolasi. Setelah tugas pemungutan suara sudah selesai, maka baju hazmat boleh dilepas dan petugas yang terjun dianjurkan untuk segera mandi dan membersihkan diri. Hakim menegaskan teknis pemungutan suara Pilwali 2020 harus disiapkan sedemikian rupa, agar tidak terjadi cluster Pilkada seperti yang diamanatkan Pemerintah pusat. Apalagi saat ini, grafik kasus Covid-19 di Kota Blitar meningkat.

“Kita himbau agar petugas KPPS yang terjun nanti membawa baju ganti. Nanti juga akan kita dampingi, tapi untuk pemungutan suara didalam kan bukan ranah kami” kata Hakim

Sementara itu, sesuai data perkembangan Covid-19 di Kota Blitar, pertanggal 04 Desember 2020 menunjukkan data komulatif pasien konfirmasi mencapai 295 orang. Dengan rincian komulatif pasien sembuh 204 orang, pasien konfirmasi yang tengah menjalani isolasi 54 orang, dan komulatif pasien meninggal 13 orang. (Kir)

Satgas Penangan Covid-19 Kota Blitar Bekali KPPS, Baju Hazmat Untuk Melayani Pemilih Yang Terkonfirmasi
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *